Catetan

“Highschool is their kingdom, they’ll crush anyone who they think under them”

Kira-kira gitu kata-kata yang bisa gua kutip dari film favorit gua yang gua lupa apa judulnya. Quote tentang high school yang paling gua suka, karena memang sangat related sama gua.

Orang-orang gaul yang hobinya cabut dari kelas, masuk kelas telat, pas pelajaran ‘kebanyakan’ dari mereka gak merhatiin -malah ngobrol-, dan kalau istirahat pasti ada spot untuk mereka semua. Dan spot itu ‘mungkin’ gabisa kita -orang biasa- tempatin.

Kedengeran lebay emang, tapi terkadang memang begitu realitanya.

Gua menulis ini bukan karena gua cari sensasi lah, atau apalah. Gua menulis ini hanya semata-mata menceritakan realitas yang terjadi di sekolah gua sendiri.

Terkadang -atau malah sering- gua merasa kalau orang-orang ‘tenar’ itu terlalu berlaku semaunya, sesuai kehendaknya tanpa memikirkan perasaan orang lain.

Mereka dengan seenaknya membully orang-orang yang memang kurang bergaul. Mereka meledek orang-orang itu tepat didepan wajahnya ataupun dibelakang orang itu. Mereka membicarakan semua kejelekan orang itu dan tertawa diatasnya.

Dan yang anehnya, orang-orang tersebut tidak pernah melakukan apapun terhadap kaum ‘tenar’ itu. Mereka tidak pernah mencari masalah terhadap mereka, kebanyakan dari mereka bahkan tidak pernah melayangkan sepatah katapun terhadap orang ‘tenar’ itu.

Pembully-an yang mereka lakukan ke orang innocent itu bahkan melewati batas, mereka memperlakukan orang innocent itu seperti kacung mereka, menyuruh mereka melakukan tugas, naik-turun tangga. Dan jika si innocent menolak, mereka makin di maki-maki.

Mereka benar-benar melakukan sesuka hatinya. Kadang mereka berdalih, “gausah baper gitu kali, kan cuman bercanda“.

Namun apakah ada bercanda sampai segitunya? Apakah bercanda hingga setiap hari melukai hati orang yang mereka ‘siksa’? Apa itu yang namanya bercanda?

Mereka sering menyebut si innocent dengan hujatan ‘bodoh’, bego, tolol. Tapi mungkin sebenarnya yang ‘bodoh‘ disini adalah mereka, orang-orang ‘tenar’. Yang merasa SMA adalah kerajaan mereka, yang merasa orang orang yang bukan dilingkaran pergaulan mereka adalah orang yang rendah.

30 September 2015

Disebuah SMA Negeri ternama di Kota Bogor.